Sabtu, 12 Januari 2013

Jiwa yang tersenyum

Yaa Rabb...
tak akan kubiarkan asa yang yang pernah ku semai bersama rasa sakit ini pupus hanya karena satu harapan yang tak sempat ku raih.
tak akan kubiarkan senyuman mereka yang tulus padaku berkerut semata hanya karena sebab aku yang pasrah.
tak akan kubiarkan apapun itu yang ada bersamaku hanya menghasilkan sebuah cerita klasik tentang kesedihan dan penyesalan.
tak akan kubiarkan usia yang ku lewati hanyalah sebatas jam dinding yang berputar dengan bosan tiada yang berubah.
tak akan kubiarkan pemikiran yang ku gali hanya akan membentuk seorang anak manusia yang bodoh, dunia akhirat.
 Hati ini...
biar saja mereka melaju kencang dan aku di sini merangkak, tapi atas izinNya kupastikan diri ini maju dan jiwa ini bebas.
sekalipun badan ini tercabik, tapi atas izinNya akan kupastikan mereka yang tulus akan bersukacita.
biar saja mereka berbangga dengan sesuatu yang indah, tapi aku atas izinNya kupastikan bibir ini tersenyum dan jiwa ini berbahagia dengan sesuatu yang mereka katakan tidak indah.
biar saja mereka ketakutan dengan apapun yang mereka capai, tapi aku tidak, sekalipun itu pahit.
aku ingin apa yang mereka tak inginkan.
aku ingin lebih dari apapun yang mereka inginkan.
aku ingin apa yang datang dariNya.
itu sebuah janji, itu sebuah pengharapan, itu sebuah do'a,
do'a hati yang terbakar tapi jiwa ini dingin.
(insyaallah, Yaa Rabbi... perkenanlah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar