Sabtu, 24 September 2011

jiwa manusia

Perjalanan resmi langkah demi langkah yang berawal dari satu keinginan menuju sejauh mata memandang kian melelah. Persendian tenaga cinta berwadah iman meluntur tumpah dari bibir cawan tiada tepi. Sebuah landasan tegak merantai nafsu bergelora. Terik hujan mengarati gelang besi yang melingkar didalam dadanya. Dua batang jarum jam dinding dan berputarlah yang mengkarenakan semua ini. Mereka tidak tahu akan frekuensi cinta kehadiratNya yang s’lalu naik turun seolah derajat suhu sir keras. Niat pembaharuan menjauhi keyakinan untuk pencapaian kesucian hasrat. Anugerah dariNya terlalu kuat ‘tuk dimiliki. Keteguhan jiwa tak cukup tegar untuk bertahan ditengahnya. Hampir saja hanyut terseret arus deras dan bergelombang. Hampir saja kekuatan iman hancur dari hati dan akal sehat. Dan hampir saja kharisma cinta menghilang ditengah drama kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar