Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Untuk sebuah nama


Bismillah...
     Sungguh keagungan itu hanya milikMu,tapi kerisauan ini selalu saja menghampiri jiwa yang bersemayam dalam keegoisan akan rasa yang kupendam. Allah..., namaMu masih terlintas dalam hati ini, rasa takut itu masih mengawang dalam benak yang terlalu lemah untuk sebuah penghambaan yang teriring serta dengan pengharapan yang begitu suci tapi tak mampu berbuat apa. Allah..., janjimu dan peringatanMu masih s’lalu kuingat meski ada keinginan yang menggebu tapi tercemar akan bias-bias peran syetan dibalik kesenangan itu.  Bahagia didalam hati, walaupun ku tau ini apa, apa ini.
     Rabb, kepadaMu aku ungkapkan, “aku cinta dia”, sangat yakinlah hatiku, kalau Kaupun sebenarnya tahu, tapi tetap ingin kukatakan berkali-kali, aku cinta dia, aku cinta dia... bukan karena ku harap sampai kepadanya, bukan juga kar’na menanti balasan. Tapi putuskanlah y Allah... ini apa???
Ku akui Allah, sungguh sebenarnya sampai saat ini sama sekali ku tak mengerti apa itu cinta, apakah cinta adalah pengungkapan, apakah cinta adalah perasaan, apakah cinta adalah pengharapan, apakah cinta adalah penantian, apakah cinta adalah penghambaan.
     Ya Rabb, aku bingung, bagaimana caranya hati ini merasa, hingga bisa ku telusuri jalan-jalan keridhoanMu. Bagaimana harusnya cinta membalut jiwa ini hingga penghambaan ini benar-benar murni untukMu. Bagaimana harusnya tingkah ini hingga ingatan ini hanya akan terisi dengan butir cinta yang agung padaMu. dunia ini terlalu indah membuatku hanyut dalam keindahan dan kebahagiaan yang mungkin saja sama sekali tak Kau ridhoi Yaa Rabb. memaksa cinta, membuai lewat kata-kata dan perasaan, hingga siapapun yang didalamnya akan terpana dalam guratan kebingungan yang seolah-olah suci dari tuhannya padahal permainan setan itu sungguh hebat memutarkan pikiran mengelilingi labirin-labirin hati sendirian.
     Wahai kau perempuan pemain cinta, ku tau imanku lemah, kau membuatku bingung dan ragu akan makna beserta kepemilikan cinta yang sebenarnya. Kuinginkan hanya ada satu cinta dihati stelah Rabbku sang pemilikCinta. Yang akan kuhela dengan nafas yang kuhirup, kurangkuh bersama keringat yang kucucurkan, separuh jiwa ini untuknya, menegakkan panji-panji Islam selangkah sepenanggungan, tertawa bersama, menangis bersama. Melahirkan insan-insan islami mengarungi hidup dan kehidupan nan surgawi.
     Janji dan cita-cita ini begitu suci, namun sungguh ku tak mampu menjaganya.  Yaa Rabb,
kuatkanlah...

by : nando

Sabtu, 12 Januari 2013

Jiwa yang tersenyum

Yaa Rabb...
tak akan kubiarkan asa yang yang pernah ku semai bersama rasa sakit ini pupus hanya karena satu harapan yang tak sempat ku raih.
tak akan kubiarkan senyuman mereka yang tulus padaku berkerut semata hanya karena sebab aku yang pasrah.
tak akan kubiarkan apapun itu yang ada bersamaku hanya menghasilkan sebuah cerita klasik tentang kesedihan dan penyesalan.
tak akan kubiarkan usia yang ku lewati hanyalah sebatas jam dinding yang berputar dengan bosan tiada yang berubah.
tak akan kubiarkan pemikiran yang ku gali hanya akan membentuk seorang anak manusia yang bodoh, dunia akhirat.
 Hati ini...
biar saja mereka melaju kencang dan aku di sini merangkak, tapi atas izinNya kupastikan diri ini maju dan jiwa ini bebas.
sekalipun badan ini tercabik, tapi atas izinNya akan kupastikan mereka yang tulus akan bersukacita.
biar saja mereka berbangga dengan sesuatu yang indah, tapi aku atas izinNya kupastikan bibir ini tersenyum dan jiwa ini berbahagia dengan sesuatu yang mereka katakan tidak indah.
biar saja mereka ketakutan dengan apapun yang mereka capai, tapi aku tidak, sekalipun itu pahit.
aku ingin apa yang mereka tak inginkan.
aku ingin lebih dari apapun yang mereka inginkan.
aku ingin apa yang datang dariNya.
itu sebuah janji, itu sebuah pengharapan, itu sebuah do'a,
do'a hati yang terbakar tapi jiwa ini dingin.
(insyaallah, Yaa Rabbi... perkenanlah)

Jumat, 11 Januari 2013

Labirin cinta ini


Bismillah...
Sungguh keagungan itu hanya milikMu,tapi kerisauan ini selalu saja menghampiri jiwa yang bersemayam dalam keegoisan akan rasa yang kupendam. Allah..., namaMu masih terlintas dalam hati ini, rasa takut itu masih mengawang dalam benak yang terlalu lemah untuk sebuah penghambaan yang teriring serta dengan pengharapan yang begitu suci tapi tak mampu berbuat apa. Allah..., janjimu dan peringatanMu masih s’lalu kuingat meski ada keinginan yang menggebu tapi tercemar akan bias-bias peran syetan dibalik kesenangan itu.  Bahagia didalam hati, walaupun ku tau ini apa, apa ini.
Rabb, kepadaMu aku ungkapkan, “aku cinta dia”, sangat yakinlah hatiku, kalau Kaupun sebenarnya tahu, tapi tetap ingin kukatakan berkali-kali, aku cinta dia, aku cinta dia... bukan karena ku harap sampai kepadanya, bukan juga kar’na menanti balasan. Tapi putuskanlah y Allah... ini apa???
Ku akui Allah, sungguh sebenarnya sampai saat ini sama sekali ku tak mengerti apa itu cinta, apakah cinta adalah pengungkapan, apakah cinta adalah perasaan, apakah cinta adalah pengharapan, apakah cinta adalah penantian, apakah cinta adalah penghambaan.
 Ya Rabb, aku bingung, bagaimana caranya hati ini merasa, hingga bisa ku telusuri jalan-jalan keridhoanMu. Bagaimana harusnya cinta membalut jiwa ini hingga penghambaan ini benar-benar murni untukMu. Bagaimana harusnya tingkah ini hingga ingatan ini hanya akan terisi dengan butir cinta yang agung padaMu. dunia ini terlalu indah membuatku hanyut dalam keindahan dan kebahagiaan yang mungkin saja sama sekali tak Kau ridhoi Yaa Rabb. memaksa cinta, membuai lewat kata-kata dan perasaan, hingga siapapun yang didalamnya akan terpana dalam guratan kebingungan yang seolah-olah suci dari tuhannya padahal permainan setan itu sungguh hebat memutarkan pikiran mengelilingi labirin-labirin hati sendirian.
Wahai kau perempuan pemain cinta, ku tau imanku lemah, kau membuatku bingung dan ragu akan makna beserta kepemilikan cinta yang sebenarnya. Kuinginkan hanya ada satu cinta dihati stelah Rabbku sang pemilikCinta. Yang akan kuhela dengan nafas yang kuhirup, kurangkuh bersama keringat yang kucucurkan, separuh jiwa ini untuknya, menegakkan panji-panji Islam selangkah sepenanggungan, tertawa bersama, menangis bersama. Melahirkan insan-insan islami mengarungi hidup dan kehidupan nan surgawi.
Janji dan cita-cita ini begitu suci, namun sungguh ku tak mampu menjaganya.  Yaa Rabb, kuatkanlah...

Sabtu, 24 September 2011

jiwa manusia

Perjalanan resmi langkah demi langkah yang berawal dari satu keinginan menuju sejauh mata memandang kian melelah. Persendian tenaga cinta berwadah iman meluntur tumpah dari bibir cawan tiada tepi. Sebuah landasan tegak merantai nafsu bergelora. Terik hujan mengarati gelang besi yang melingkar didalam dadanya. Dua batang jarum jam dinding dan berputarlah yang mengkarenakan semua ini. Mereka tidak tahu akan frekuensi cinta kehadiratNya yang s’lalu naik turun seolah derajat suhu sir keras. Niat pembaharuan menjauhi keyakinan untuk pencapaian kesucian hasrat. Anugerah dariNya terlalu kuat ‘tuk dimiliki. Keteguhan jiwa tak cukup tegar untuk bertahan ditengahnya. Hampir saja hanyut terseret arus deras dan bergelombang. Hampir saja kekuatan iman hancur dari hati dan akal sehat. Dan hampir saja kharisma cinta menghilang ditengah drama kehidupan.

Adalah dirimu


Aku telah jatuh cinta kepadamu
Jatuh cinta,
Mataku rindu melihat wajah sendumu
Aku menangis saat teringat senyummu
Dibibirku namamu…
Dinafasku namamu…
Hatiku,
Aku kehilangan hatiku
Aku jatuh cinta denganmu
Seperti …
Teratai mekar dibawah rembulan
Adalah wajhmu, cintaku
Hadir di mimpiku, singgah dihatiku
Tunjukan sedikit wajahmu
Tanpamu,
Hiduku palsu.

Jumat, 08 Mei 2009

impian kabur

impian kabur, semua hatinya tak lagi jadi harapan
pelangi terlalu berlari cepat
dia tak mampu giring derasnya cinta
meski dia pernah kejar dengan mimpi
tapi trus menguras sisa tenaganya yang terhimpit
dan apa hasilnya???
................................
............................